Thursday, 26 June 2014

Bapakku, Suami Paling Setia dan Ayah Paling Bijaksana



Bapakku, Suami Paling Setia dan Ayah Paling Bijaksana

Tak pernah terfikirkan bagaimana seorang Jejaka dengan pekerjaan yang cukup mapan, berasal dari keluarga terpandang dan disukai banyak wanita bisa jatuh cinta dan menjatuhkan pilihan hidupnya pada seorang wanita muda yang tengah memikul kayu bakar dipunggungnya dengan perut buncit karena tengah hamil besar disebuah tempat yang tak sengaja ia datangi ketika berwisata. Tak ada sama sekali polesan make up atau riasan rapi dirambutnya, hal pertama yang difikirkan adalah mungkin “kasihan”, apalagi ketika ibu penjual kopi mengatakan bahwa wanita itu ditinggalkan oleh suaminya yang berselingkuh dengan ibu kontrakkan dimana mereka tinggal sebelumnya, kini seorang diri, sebatang kara wanita itu hidup mengandalkan upahnya sebagai guru SD di desa wisata tersebut…
Hampir 30 tahun berlalu…
Kini cinta diantara keduanya tak lagi hanya sekedar cerita…segala rintangan telah bapakku lalui demi bisa hidup bersama mama, dimulai dari ketidaksetujuan keluarga besar bapak hingga keraguan yang dirasakan mama kala itu karena perasaan trauma untuk kembali membina rumahtangga. Kini dari pernikahan keduanya lahirlah 3 orang putri, dua diantaranya adalah sepasang putri kembar, yaitu adalah aku dan kakak kembarku dan seorang adik bungsu…Tak lupa pula seorang putri yang lahir dari pernikahan ibu sebelumnya, yang telah seumur hidupnya tinggal dan menjadi putri bapak. Disaat-saat mama dulu melahirkan tanpa ada keluarga yang mendampingi maka bapaklah yang ada disampingnya, dan bapak pulalah yang memberikan nama indah untuk kakak sulungku itu. Yah..meskipun kami tidaklah seayah namun tak masalah bagi kami (putri-putri bapak) karena hampir seumur hidup kami, kami telah hidup dan tumbuh bersama hingga dewasa sebagaimana sebenar-benarnya saudara kandung.
Tak pernah saya mendengar bapak sekalipun memanggil mama dengan menyebut namanya apalagi dengan panggilan yang kurang baik, belum pernah saya mendengar bapak membentak atau bahkan memaki mama sekalipun mungkin mereka tengah berselisih, belum pernah sekalipun saya melihat bapak memukul atau melampiaskan kemarahannya dengan menganiaya mama, apalagi membuat mama tersakiti karena bapak menduakannya dengan perempuan lain yang lebih pantas hanya karena alasan dulu bapak yang masih perjaka menikah dengan seorang janda beranak satu.
Begitu pula kepada kami keempat putrinya, kami tidak tumbuh dengan sikap otoriter yang biasanya dimiliki seorang laki-laki yang bersifat superior, kami tidak tumbuh dengan bentakan atau pukulan yang biasanya juga dilakukan seorang bapak karena kekurangsabarannya menghadapi anak-anak, namun tidak pula kami tumbuh dengan penuh kemanjaan dan pemenuhan fasilitas secara berlebihan. Bapak memang tak pernah membiarkan kami kekurangan sedikitpun hal yang kami perlukan namun tidaklah menjadi alasan untuk bapak memanjakan kami dengan kemewahan.
Sewaktu saya masih kecil mungkin bisa katakan bahwa saya kurang dekat dengan bapak, begitu juga dengan putri bapak yang lainnya, hal ini karena bapak sering sekali bekerja (Dinas) diluar kota hingga berminggu-minggu, ataupun saya dan kakak kembar saya pernah merasakan cemburu karena merasa bapak lebih mengistimewakan kakak tiriku dibandingkan kami anak kandungnya. Bapak tak pernah sekalipun menegur langsung apalagi marah padanya, untuk kakak kami itu bapak lebih mempercayakan pada ibuku, bahkan kami berdua dengan gilanya pernah berfikir bahwa kami rela “bertukar nasib” dengan kakakku seandainya itu bisa membuat bapak lebih mengistimewakan kami.
Kini saya telah dewasa, saya yang kini juga telah menjadi seorang isteri dan seorang ibu, memahami mengapa dulu bapak bersikap begini atau mengapa bapak berbuat begitu, semua itu karena terlalu banyak hati yang harus dijaga, ada sayap-sayap yang tidak boleh terkoyak, termasuk mengapa bapak tidak pernah menegur langsung pada kakak tiriku (sekalipun ketika kakak memang berbuat kesalahan) adalah karena bapak tidak berani dan khawatir kakakku itu akan merasa tersakiti dan berfikir bahwa bapak seperti itu karena dia bukan anak kandungnya.
Ah…terlalu  banyak kebaikan dan kesempurnaan bapak sebagai seorang laki-laki, suami ataupun sebagai seorang ayah, dia sangat penyayang dan mudah tersentuh…bukan sekali dua kali bapak memborong dagangan ketika tak sengaja melihat pedagang yang barang jualannya tak jua laku padahal si penjual sudah begitu tua renta dan kepayahan. Bahkan bapaklah yang menangis tersedu-sedu karena begitu sedih dan terharu setiap menikahkan putri-putrinya, apalagi ketika pernikahanku yang dilalui dimasa kuliah, meski bapak merasa berat untuk menerima namun tak ada pertentang apapun yang saya rasakan apalagi saya harus melangkahi kedua kakak perempuannku yang saat itu masih melajang.
Hingga pada tahun 2012 lalu tiba-tiba bapak terkena serangan jantung ditengah perjalanannya menuju kantor dan menjalani operasi pemasangan 2 ring (cincin) di pembuluh darah jantungnya, saya yang berada jauh dari bapak di Bandung (dan saya tinggal bersama suami di kota Cilegon-Banten) merasa sangat terpukul dan takut, takut jika bapak tidak selamat, takut jika bapak meninggalkan kami dengan begitu cepat, takut karena sudah lama saya tidak bertemu dengan bapak dan sangat takut jika waktu tak memberi kesempatan kepadaku untuk mengatakan bahwa saya bangga terlahir sebagai putrinya…
Bagiku, Bapak lelaki paling setia… disaat suami lain mempermasalahkan hal-hal yang sebelumnya bukanlah masalah, hingga menjadikannya sebagai alasan untuk mengkhianati kesetiaan dan janji sucinya pada isteri, bapak justru orang yang paling mencintai dan menghargai mama meski dulu ketika menikah mama adalah seorang janda beranak satu.
Bagiku bapak adalah lelaki paling penyanyang, disaat banyak lelaki memiliki sejuta alasan untuk tidak menerima dan tak menyanyangi anak yang bukanlah darah dagingnya, justru bapaklah yang menjadi pelindung dan pengasih bagi anak tirinya.
Bapak adalah lelaki paling bijaksana, disaat banyak bapak ayah mengekang dan mengintervensi hidup para putrinya, bapak justru memberikan keleluasaan kepada kami dalam menjalani pilihan hidup.
Bapaklah yang menyakinkanku dan membuktikan bahwa masih ada laki-laki baik dan setia didunia ini ketika banyak lelaki lainnya yang menyakiti dan sesuka hatinya mempermainkan perempuan atas alasan dan hal-hal yang tak masuk akal dan tak bertanggung jawab.
Bapakku adalah suami paling setia…
Bapakku adalah  ayah paling bijaksana..
Bapakku adalah ayah terbaik didunia….
Hingga…meski bukan limpahan harta ataupun setumpuk prestasi yang bisa ku berikan kepada bapak hingga bapak dengan bangga akan mengatakan pada setiap orang bahwa “inilah putri kesayangan yang membuatku bangga…”, namun jika Tuhan mengabulkan doa kecil ini, doa seorang anak untuk bapaknya maka… dihari nanti, ketika semua manusia dibangkitkan kembali, semoga Allah SWT mengumpulkan kembali saya, bapak dan kita semua bersama orang-orang yang kita sayangi dan Allah cintai di Syurga-Nya kelak yang luasnya seluas langit dan bumi …Amiin…

Wednesday, 25 June 2014

Abu Jandal : Kisah Sahabat Yang Terlambat


 

Dari kejauhan nampak seorang pemuda yang datang dengan berlari tergopoh-gopoh dan dalam keadaan tangan terbelenggu nampaknya ia telah melakukan pelarian diri, setelah semakin dekat maka orang-orang tahu siapa pemuda yang datang itu, dia adalah Abu jandal Bin Suhai, seorang anak dari salah satu tokoh Kaum Quraisy pada masa Rosululloh dan juga salah satu utusan dari pihak Quraisy dalam perjanjian Hudaibiyah. Tak ada maksud lain dari Abu Jandal mendatangai Rosulullah dan Kaum muslimin selain maksudnya untuk meminta perlindungan dan berharap dapat bergabung bersama Rosulullah ke Madinah, namun sayang dia datang dalam keadaan yang terlambat, yaitu ketika kaum Muslimin dan Quraisy telah menyepakati perjanjian Hudaibiyah, yang artinya dia harus bersedia untuk kembali ke Mekkah bersama ayahnya yang saat itu masih sangat membenci Islam. Karena kenyataan ia harus kembali ke Mekkah, membuat Abu jandal merasa sangat sedih dan terpukul hingga ia berkata kepada Rasulullah  "Hai orang-orang Islam, apakah aku akan dikembalikan kepada kaum musyrik, sedangkan aku telah datang kepada kalian sebagai muslim? Apakah kalian tidak melihat apa yang kuderita?", namun Rasulullah memberikan nasihat supaya dia bersabar dan menaaati perjanjian tersebut, Hingga saudaranya kandungnya yang bernama Abdullah bin Suhail berkata "Kasihan Saudaraku itu, dia selalu menjadi orang yang terlambat...". Maka dia menjadi orang pertama yang kembali ke Mekkah setelah perjanjian Hudaibiyah tersebut disepakati.

Ungkapan yang mengatakan bahwa "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali" mungkin ada benarnya, namun alangkah lebih baiknya apabila sebagai umat islam kita jangan sampai termasuk pada barisan atau golongan orang-orang yang senantiasa memilih jalan terlambat, justru lebih baik kita menjadi kaum pelopor dan pionir dalam berbuat kebaikan. terlepas dari kekurangan Abu Jandal bin Suhail sebagai manusia yang hidup pada zaman Rosulullah tentu ada banyak pelajaran dan kontribusi penting Abu Jandal pada kembangan islam pada masa awal penyebaran, mari kita ulas secara singkat kisah hidup dari sosok Abu Jandal : Sahabat yang terlambat.

 

Abu Jandal bin Suhail Lahir di Mekkah pada 639 anak dari Suhail Bin Amr seorang Tokoh dan Bangsawan terkemuka Mekkah dan ia memiliki saudara kandung bernama Abdullah bin Suhail. Abu Jandal sangat dekat dengan saudaranya hingga ketika mereka berdua memutuskan untuk masuk islam keduanya sepakat untuk menyembunyikannya dari sang ayah yang pasti akan sangat menentang kuputusan tersebut, hingga akhirnya ketika keislaman mereka berdua terungkap maka keduanya dikurung bersama di gudang karena khawatir mereka akan ikut serta behijrah bersaman kaum muslimin.

Meski dikatakan dekat namun keduanya memiliki karakter yang berbeda, salah satunya dari bagaimana cara mereka dalam mememperjuangkan keislamannya, dengan kecerdikan dan keberanian, Abdullah nekad bergabung dengan pasukan perang Badar kaum Muslimin ketika mengetahui akan terjadi permepuran di Badar yaitu dengan cara memperdaya ayahnya bahwa ia telah ingkar kepada agama Muhammad dan bersedia bergabung dnegan pasukan kaum Quraisy melawan kaum muslimin, padahal itu hanya tipu muslihat agar dia dapat dibebaskan dan melarikan diri hingga akhirnya dia mampu bergabung dan berkarya dalam perang penentuan eksistensi agama islam yang teramat penting yaitu perang Badar, Perang Uhud dan Perang Khandak, dimana Allah SWT telah memberikan jaminan Syurga bagi para alumnus perang Badar. Cerita berbanding terbalik terjadi di Mekkah yaitu pada saat yang sama Abu Jandal masih tetap ditawan dan menolak mengikuti strategi saudaranya kareta takut merasa tidak enak (khawatir menyakiti hati) dengan sang ayah dan memilih tetap di Mekkah dengan berbagai pertimbangan yang dirasakan memberatkannya untuk menyusul Hijrah dan turun berperang bersama kaum muslimin lainnya di Madinah.

Perjanjian Hudaibiyah yang pada awalnya dipandang sangat merugikan kaum muslimin justru membawa banyak hikmah yaitu tercermin dari peristiwa Fathul Mekkah (penaklukan kota Mekkah secara damai) pada 8 H terjadi, karena pada saat itulah kaum Quraisy Mekkah berbondong-bondong masuk islam termasuk Suhail Bin Amr menyatakan keislamannya dan mengucapkan dua kalimah syahadat. Keluarga Suhail kemudian dengan sungguh sungguh senantiasa berada dibarisan terdepan dalam membela agama Allah hingga pada perang Yamamah yaitu perang terbesar melawan kemusyrikan nabi palsu Musailamah Al-kahzab, kesyahidannya terlebih dahulu menjemput Abdullah Bin Suhail.

Sekilas dari kisah Abu Jandal Bin Suhail dapat kita petik hikmah bahwa jangan pernah menunda-nunda dalam berbuat kebaikan karena siapa yang lebih dahulu memberikan teladan yang baik maka pahalanya jauh lebih besar ketika ia mampu mengisnpirasi orang-orang dengan kebaikannya tersebut dibandingkan orang yang ragu-ragu, tidak tegas dan menunda-nunda dalam berbuat kebaikan hingga akhirnya menjadikan kita sebagai orang yang terlambat. Tidakkah kita tergugah menjadi sosok terdepan dari pada yang terlambat seperti kisah Abu Jandal bin Suhail yang didahului saudaranya Abdullah Bin Suhail?

 

:”Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalaian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Q.S Albaqarah : 148)

cukup 1 doaku...

cukup 1 doaku...

10 Januari 2013 pukul 21:17
Jika orang yang tidak mengenal kami berdua maka dia pasti akan mengatakan bahwa ketika kami memutuskan untuk menikah adalah karena sejak sebelumnya kami telah menjalin hubungan (alias cinlok), bagaimana tidak...di kampus kami hanya terpaut jarak 1 tahun,bahkan dalam beberapa kesempatan pun seringkali kami berada dalam satu aktifitas ataupun kegiatan kepaniataan, namun bila orang yang benar2 mengenal kami berdua, maka mereka pasti tidak akan menyangka dan terheran-heran mengapa kemudian akhirnya kami memutuskan untuk menikah? hanya dengan waktu yang sangat singkat hanya dalam hitungan minggu saja! Apalagi kondisiku saat itu yang masih kuliah. Sesungguhnya dulu kami bagai air dan minyak, tak akur dan jujur saja...saking kesalnya dulu pernah sampai berikrar bahwa aku sama sekali tak akan mw berinteraksi sekecil apapun dengannya. Namun...itulah Jodoh...rahasia Terindah dan mengejutkan yang Alloh Kemas untuk hambanya...., bukan tanpa alasan kemudian aku menerima pinangannya 3 tahun lalu itu, meski tak pernah akur namun aku tau dia adalah laki-laki yang baik, bertanggung jawab, cerdas...dan seorang teman bilang...jika menikah dengan orang tipe dia semua hal sudah terprogram dengan baik...takkan khawatir terombang-ambing dalam ketidakpastian hidup...., dan itulah memang dia.... meski saya menikah ketika masih kuliah namun karena dorongannya, pada akhirnya ttp dapat lulus tetap waktu, dalam kondisi hamil besar lagi,hehehehe.
Pada awalnya saya khawatir dia yang terlihat "Kaku", ternyata sama gilanya denganku jika sedang bercanda...atau...dia yang kukira otoriter...ternyata jauh dari kesan itu, dia memberikan kebebasan dalam segala hal padaku (asal masih dalam kaidah2 yang dibenarkan) seperti apakah aku mau bekerja atau ckp jd IRT saja..., tak pernah menuntut lebih apapun padaku....dan yang terpenting alasan menerima dia sebagai ayah dari anakku adalah...karena sedari awal aku mengenalnya...dia senantiasa menjaga kemuliaanku sebagai seorang muslimah. yah sekali lagi...itulah rahasia Alloh Swt...dan sedari awal cukup 1doaku, seperti yang dikutip dari sebuah buku(maf lupa lg judul bukunya)..bahwa..."aku tidak seperti perempuan pada umumnya berdoa kepada tuhan agar menikah dengan laki-laki yang dicintai namun cukup aku berdoa bahwa aku akan mencintai siapapun laki-laki yang kelak menikahiku" terima kasih ya Alloh....I LuV U My Husband.....^_^

Mimpi 8 Abad Umat Islam Terwujud !

Pernahkah terbayangkan kapal-kapal laut yang berlayar diatas gunung gunung dengan bukit-bukit sebagai gelombangnya?
Pernahkah terbayangkan menciptakan sebuah Meriam terbesar (pada masanya) yang mampu meneluluhlantakkan sebuah benteng terkokoh di dunia?
Pernah terbayangkan sebuah pengepungan paling hebat terjadi pada sebuah tempat yang dijuliki "Terberkati Oleh Syurga" karena tak ada satupun bangsa yang mampu menaklukannya?

Semua bahkan nyata terjadi!

Yaitu pada sebuah tempat yang bernama Konstantinopel, mengapa harus terjadi disana? karena Konstantinopel sebagai Ibukota Imperium Romawi Timur adalah wilayah yang paling strategis yang menghubungkan antara Dunia Barat dan Timur (Eropa dan Asia), tempat itupun dikelilingi Benteng yang paling kokoh tak tertaklukkan yang karenanya kemudian keberhasilan dari penaklukannya adalah merupakan tolak ukur kedigdayaan sebuah bangsa seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Janji Allah dan Rosul-Nya adalah nyata maka sejak saat itu usaha-usaha penaklukkan Konstantinopel telah dilakukan bahkan oleh para sahabat Nabi salah satunya adalah Sosok Abu Ayyub Al-Anshari yang termasyur karena kegigihannya hingga saat ia syahid di Konstantinopel kemudian berwasiat “Makamkan aku di dekat Benteng karena suatu saat aku ingin mendengar suara derap kuda dari pemimpin dan pasukan terbaik”.

Namun Konstantinopel tidak begitu saja dengan mudah ditaklukan, barulah pada tahun 1453 janji Allah dan Rasul-Nya terjadi...Mimpi 8 Abad Umat Islam terwujud!

Tentu saja kehadiran manusia istimewa tersebut sudah Allah persiapkan bersama dengan keberkahan yang disertakan pada saat kelahirannya, dimana kuda-kuda melahirkan anak-anak kembar, pohon-pohon berbuah lebat hingga saking lebat buahnya dahannya mampu menyentuh tanah, hasil panen melimpah ruah dan terjadi hingga 4 kali panen dalam setahun dan jatuhnya Komet langka di Konstantinopel pada siang hari yang karena melihatnya orang-orang Romawi menjadi begitu gentar! Yah mereka sudah meramalkan kejatuhan Komet tersebut sebagai tanda  kelahiran sang Penakluk Konstantinipel !

 
Pemuda sang Pengukir Sejarah itu bernama Mehmed II atau kemudian bergelar Sultan Muhammad Al-Fatih (yang artinya sang Penakluk) Sultan Turki Ustmani ke 7  yang pada saat usia 8 tahun sudah hafal Al-Quran, hafal Ribuan Hadist, Menguasai 6 bahasa Asing, tidak pernah meninggalkan shalat Qiamullail dan puasa Sunnah juga mengasai berbagai macam senjata pada masanya hingga tidak heran hingga diusianya yang masih begitu muda yaitu 21 Tahun dia telah berhasil menorehkan namanya dengan tinta Emas Sejarah, dia lah sang Pemimpin terbaik yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya...

Pasukan terbaiknya bernama Inkisyariah (orang-orang Eropa memanggilnya dengan sebutan Jannissary) dan tentaranya adalah tentara terbaik yang pernah ada, dimana "100 pasukan Eropa bergeraknya jauh lebih gaduh daripada 10.000 pasukan Turki Ustmani", dapat dibayangkan bagaimana tertib, rapi dan disiplinnya mereka terutama pada saat berbaris dan berjalan, sehingga musuh mudah terkecoh dengan kedatangn mereka yang begitu tiba-tibanya, bagai pasukan semut yang berjalan diatas sebuah ranting, tak terlihat dan tak terdengar. Kekuatan fisik mereka tak tertandingi hingga mampu berjalan terus menerus tanpa henti hingga 3 hari 3 malam. Perekrutan dan Pengkaderan tentara Inkisyariah tidak sembarangan, bukan hanya kualifikasi fisik dan kekuatan yang utama namun juga tempaan atas kekuatan Ruhiyah (iman dan ibadah) juga kekuatan Intelegensia sehingga tidak heran pasukan ini selain mematikan secara kekuatan fisik namun juga kuat secara ruhani dan kecerdasan.

Muhammad Al-Fatih dan pasukannya yang begitu hebat tetap meraih kemenangan dengan tidak mudah, setelah pengepungan dan penyerangan selama 50 hari (6 April – 29 Mei 1453) dengan mengerahkan 4 juta pasukan, berbagai cara dilakukan hingga hampir keputusasaan melanda. Strategi yang dilancarkan dimulai dari menggali terowongan dibawah  benteng gagal karena pasukan Romawi kemudian meledakkan terowongan tersebut, memanjat benteng gagal pula karena pasukan yang hampir tiba dipuncak kemudian disiram dengan timah mendidih hingga hancurlah daging dan tulangnya. Ditengah keputusasaan Muhammad Al-Fatih kemudian datanglah  sang Guru yang bernama Syeh Aa’q Shamsudin memberikan dukungan dan pencerahan dengan membawa Muhammad Al-Fatih berziarah ke makam sahabat Rasul yaitu Abu Ayyub Al-Anshari, sang guru mengisahkan bagaimana Abu Ayyub Al-anshari tidak pernah menyerah dari usaha penaklukkan Konstantinopel demi mewujudkan Nubuah sang Rasul hingga kesyahidan menjemputnya, setelah itu Muhammad Al-Fatih sadar bahwa tidak ada perjuangan yang mudah hingga Allah benar-benar memberikan takdirnya setelah berusaha hingga mengerahkan seluruh kemampuan.

Dibuatlah ide Gila nan Brillian yang membuat geleng-geleng kepala siapapun membayangkannya. Ketika Pasukan Laut Inkisyariah tidak bisa masuk ke perairan Tanduk Emas (Golden Horn) akibat rantai besi yang terbentang disepanjang Selat Bosporus yang membuat tak ada satupun kapal musuh yang dapat memasukinya maka Muhammad Al-Fatih memerintahkan pasukannya untuk menarik kapal-kapal tersebut melalui darat melewati gunung-gunung dan bukit bukit sebagai gelombangnya dengan cara melumurinya menggunakan minyak alhasil keesokan harinya seluruh orang Romawi tercengang melihat 70 Kapal pasukan Inkisyariah sudah berlayar di perairan Tanduk Emas (Golden Horn), ditambah lagi dengan diciptakanya Meriam raksasa yang mampu meluluhlantakkan Benteng Konstantinopel.

Sebelum penaklukkan dilakukan Sultan Muhammad Al-Fatih memerintahkan seluruh pasukannya untuk menjalankan puasa sebagai bentuk Munajat dan Permohonan kepada Allah dan tepat sebelum penyerangan shalat berjamaah dilaksanakanlah dengan sultan sendiri sebagai imam Shalatnya. Maka atas Izin dari Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemberi Pertolongan dan yang Maha Berkehendak dengan kesiapan Ruhiah, Kecerdasan dan Fisik yang lembali bangkit bersemangat terujudlah 8 Abad mimpi Umat Islam!.

Ketika Sultan memasuki gerbang Konstantinopel seluruh orang Romawi disana segera berlindung dan berkumpul ke Gereja Hagia Sophia (kelaK akan menjadi Mesjid Hagia Sophia) karena takut dibunuh dan dibantai oleh pasukan Inkisyariah namun ternyata dengan penuh belas asih Muhammad Al-Fatih berkata bahwa “kami haramkan darah dan harta kalian, disini kalian berada dibawah jaminan Sultan, kalian bebas memeluk agama yang kalian Yakini” bahkan Kaisar Romawi Timur yaitu Konstantinus XI yang tewas pada saat penaklukkan dipersilakan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih untuk memakamkan Jasadnya sesuai agama dan Tradisi mereka.


Peristiwa Jatuhnya Konstantinopel ditangan umat Islam juga menandai berakhirnya abad kegelapan yang berabad-abad menyelimbuti Eropa dan sebagai tanda pencapaian Prestasi yang membanggakan, maka Muhammad Al-Fatih mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambul (yang berarti Kemenangan Islam) yang kelak berubah menjadi Istambul dan saat ini menjadi ibu Kota Negara Turki.

Hingga ketika konstantinopel telah usai dibebaskan maka sultan Al fatih hendak mengundurkan diri dari kursi kesultanan karena ingin fokus beribadah saja. Namun nasihat bijak dari gurunya syeikh A'aq Syamsudin membuatnya mengurungkan diri:

"Jika engkau bermaksud mengundurkan diri dari kursi kesultanan karena hendak fokus untuk beribadah saja, maka kenikmatan beribadah itu hanya akan engkau rasakan seorang diri saja. Akan tetapi jika engkau tetap berada di kursi kesultanan dan memerintah secara adil maka kenikmatan tersebut akan dirasakan oleh seluruh umat ini.

Siapakah dan generasi manakah yang mampu membuat sejarah di masa depan? Tentu adalah dia (pemimpin) dan mereka (generasi/bangsa) yang berkualitas dan pantas di hadapan Allah SWT.

Begitulah bagaimana sejarah terjadi diciptakan oleh orang-orang ikhlas tanpa mengharapkan mereka menjadi bagian dari sejarah. mereka hanya punya satu harapan semoga amal mereka diterima oleh Allah SWT. bahwa kemudian mereka menjadi sejarah, itu adalah hadiah dari Allah SWT untuk mereka.


Be

                                                                             Muhammad Al-Fattih (wikipedia)

Benteng Kontantinopel yang berlapis-lapis

Benteng Konstantinopel


Peta perjalanan darat 70 kapal melewati rantai besi di selat Bosporus

                                                                                
                                                                                    Keindahan Hagia Sophia

                                                                                                        Meriam

Rantai Besi yang digunakan disepanjang Selat Bosporus

Pendidikan Kita; Antara Harapan dan Realita

Pendidikan Kita; Antara Harapan dan Realita

17 April 2013 pukul 16:58
 
Saat angka buta aksara membuat mata terpana
Saat program sekolah dan kuliah tak bisa murah
Saat pendidikan gratis hanya sebuah mimpi sinis
Saat tunjangan daerah bagi guru, tak bisa diburu
Saat standarisasi gaji guru swasta hanya opini belaka
Saat kualifikasi dan kualitas guru tak beranjak maju
Saat bangunan-bangunan sekolah tetap terlantarkan
Saat komersialisasi perguruan tinggi seolah harga mati

Saat bantuan dan uang yang ada, entah kemana
Saat anggaran pendidikan lenyap, entah oleh siapa
Saat guliran subsidi tidak membuahkan hasil
Saat penjarahan anggaran masih dilakukan dan meresahkan
Saat pengelolaan menjadi barang bajakan
Saat pertanggungjawaban menjadi barang lelangan
Saat korupsi sudah menjadi menu sarapan

Saat ujian sudah sangat merepotkan dengan kasus-kasus yang melelahkan
Saat ujian menjadi alasan untuk melakukan kecurangan demi mengejar target dari pimpinan dan prestise atasan
Saat ujian telah memangkas setiap cita dan harapan dengan kegagalan yang menakutkan tanpa ada peluang perbaikan
Saat ujian tak lagi peduli dengan 3 tahun perjuangan, kerena yang dilihat angka-angka sebagian pelajaran
Saat ujian sudah tidak memberikan ruang keadilan

*Sebuah catatan pendidikan: Untuk orang2 yang berjuang & berkarya nyata di gelanggang jihad pendidikan; yang jauh dari keramaian; kebisingan; pemberitaan; tanpa banyak berkoar-koar dan berkata-kata. Tetap semangat dan bergerak walaupun menjadi PAHLAWAN DALAM SENYAP; karena Allah, Rasul dan orang2 beriman yang akan melihat pekerjaan kita.

Allah...Sempurnakan kebahagiannya...

Allah...Sempurnakan kebahagiannya...

18 April 2013 pukul 20:44
Rindu Banget sama saudara kembarku Nanan Maryanah...

Rasanya baru Kemarin ketika zaman SMA dulu kami berdua harus berboncengan dengan sepeda kumbang ala film korea "Princess Hours" yang kami banggakan...
Rasanya baru kemarin ketika kami ditakdirkan kembali berada di Universitas dan Jurusan yang sama (padahal melalui jalur masuk yang berbeda) setelah mengenyam pendidikan sedari TK-SD-SMP-SMA yang sama pula
Teringat ketika kami harus saling bergantian menggunakan komputer jadul Pentium 3yang sering sekali rusak, loading dan low memory untuk menyelesaikan beratus ratus halaman skripsi agar kami dapat segera lulus tepat waktu
Teringat pula selama bertahun2 menjadi anak koxan kami harus berbagi tempat tidur yang sempit agar dapat terlelap nyenyak setiap malamnya
Semuanya....nampak seperti sebuah lukisan Indah yang cat warnanya belum pula sempat kering....

Dialah yang meyakinkanku bahwa semuanya akan baik2 saja ketika diriku dilanda kecemasan dan keraguan dalam menghadapi detik2 pernikahan...
Dialah yang membantuku membersihkan lantai disaat ketubanku pecah ketika aku dan yang lainnya pontang panting mempersiapkan kelahiran
Dia pun ada disampingku yang dengan tangisannya malah turut menguatkanku ktika  tengah menahan rasa sakit saat melahirkan
Ketika aku tidak tahu menahu siapa yang mencucikan baju bekas persalinanku ,ternyata dialah yang dengan sukarela melakukannya...
Dialah yang dengan senang hati meminjamkan gaun batiknya yang indah untukku pakai saat wisuda lalu, bahkan..dialah yang dengan antusiasnya memberikan baju2 kesayangannya untukku pakai disaat  diriku kesulitan memakai baju karena sama sekali tak mempersiapkan baju khusus untuk ibu hamil dan menyusui

Aku ingin melakukan itu padanya..seperti apa yang telah ia lakukan padaku,
Aku ingin membalas semua kebaikan yang telah ia berikan padaku...
Namun apa aku bisa atau Allah akan memberikan "waktu" itu padaku...
itulah mengapa aku merasa sedih....
Ya Allah....
Bila aku tak bisa menemaninya disaat2 penting hidupnya nanti, disaat ia akan mempertaruhkan nyawanya, dan  disaat beribu kesakitan melanda seorang ibu yang hendak berjuang untuk melahirkan anaknya  maka...Jaga dan lindungi dia untuk orang2 yang menyayanginya...
Mudahkan segala urusan dan hajatnya...
Ringankan dan lancarkan Persalinannya...
Sehatkan kedua-duanya dan Sempurnakan kebahagiannya seperti ia yang selalu menyempurnakan kebahagiaanku...

Membangun Karakter dan Spirit Kebangsaan melalui Industri Kuliner.

Membangun Karakter dan Spirit Kebangsaan melalui Industri Kuliner.

7 Februari 2014 pukul 18:06
 
Saya adalah salah satu dari penggemar film drama korea, meskipun tak jarang bercerita tentang kisah cinta seperti drama-drama film pada umumnya namun alasan yang membuat saya tertarik adalah plot cerita yang kadang tak terduga namun dikemas dengan simple dan terkesan ga alay atau norak seperti (maaf) film-film sinetron indonesia yang ribet, norak dan tak jarang pesan moral yang dimaksud tak tersampaikan dengan baik.
Awalnya hanya point-point itu yang membuat saya menjadi penggandrung drama korea, namun lama-lama saya kemudian menyadari hal lain dari film negeri gingseng ini yaitu tradisi "menyantap" hidangan negeri sendiri mulai dari kuliner kaki lima hingga restoran bintang lima. Tak peduli filmnya berkisah tentang apa, berlatar tempat dimana atau siapa artis yang membintanginya karena hampir disetiap episode dari drama ini selalu memperlihatkan tayangan makan-makan. Saya yang awalnya biasa-biasa saja lama-lama jadi tertarik juga (ngiler malah) dengan kuliner khas korea, mulai dari toppoki (kue beras pedas), Kimbab, Kimchi, Bulgogi, sup rumput laut dan ada banyak lagi.
Entah apa yang membuat hidangan itu terlihat istimewa, padahal ketika saya searching di internet tentang bahan, bumbu dan cara pembuatan makanan-makanan itu tidak telalu rumit dan terkesan biasa saja bila dibandingkan dan dengan kulinar asli Indonesia yang sarat bumbu dan kaya akan bahan wajib lainnya, wajar saja, saya sebagai ibu rumah tangga harus mampu menguasai  4 hingga 5 macam bumbu untuk 1 macam masakan (indonesia) saja.
Saya yakin Kesuksesan Korea Selatan dalam mempromosikan aneka kuliner-nya tidak terlepas dari Visi untuk Membangun Spirit karakter kebangsaan (Nations Caracter Building) yang selalu mereka banggakan.
Lihat saja bagaimana para artis dan aktris korea terlihat begitu menikmati hidangan khas negeri mereka meskipun mereka hanya menyantap jajanan kaki lima, berbeda dengan film-film produksi negeri kita, lihat saja bagaimana sering kali kita menemukan adegan seorang anak atau suami yang ngamuk gara-gara ibu atau isterinya menyajikan tempe atau tahu diatas meja makan, bahkan tak jarang mereka berkata "Ibu, saya bosan tiap hari makan dengan tempe lagi! tahu lagi! bosaaaaaaan..." Protes mereka yang kemudian disusul dengan adegan melempar piring ke laintai hingga membuat hidangan-hidangan "malang" itu kotor dan berantakan. Belum lagi adegan-adegan mengerikan lainnya yang menyangkut makanan indonesia yang secara langsung dinistakan oleh masyarakatnya sendiri, seperti seseorang yang nekat mencampurkan racun ke dalam makanan yang akan dihidangkan. Pertanyaannya bagaimana orang diluar sana akan tertarik dengan kuliner indonesia sedangkan kita menggambarkan makanan itu dengan hinaan, cacian dan racun.
Oh tuhan...sedih saya menerima realita seperti ini...terlihat SEPELE namun inilah yang kemudian yang sedikit demi sedikit akan mengikis kebangaan kita akan kuliner khan indonesia. Coba saja bayangkan bagaimana akan tertariknya mereka (read-orang asing) dengan kuliner khas indonesia seandainya saja dalam film-film sinetron maupun film jalur "bioskop" karya anak negeri bersedia menampilkan beberapa menit saja adegan santapan lezat khas indonesia terserah mau mulai dari sekedar bakwan yang sangat mudah pengolahannya juga banyak dijual dipedagang-pedangang kaki lima kita hingga masakan Rendang (ataupun lainnya) yang membutuhkan tingkat kesabaran dan kerumitan memasak tingkat tinggi. Padahal kita tahu bahwa Rendang, Nasi Goreng dan Sate adalah termasuk makanan-makan terFavorite didunia. juga kreasi fermentasi Tempe yang bahkan Jepang tertarik menukar resepnya dengan fermentasi Yakult atau hidangan Laksa yang Asli Riau kini telah menjadi milik negeri Singapure! dan ada banyak lagi "harta karun" Kuliner negeri kita yang jauh lebih menarik.

Berakhirnya masa Pemerintahan Orde Baru

Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998 Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto#/media/Berkas:Jenderal_TNI_Soeharto.png ...