Showing posts with label Pasukan Mongol yang Tak terkalahkan takluk di bumi Nusantara; Kisah Heroik antara Raja Kertanegara (Singosari) dan menantunya Raja Raden Wijaya (Pendiri Kerajaan Majapahit). Show all posts
Showing posts with label Pasukan Mongol yang Tak terkalahkan takluk di bumi Nusantara; Kisah Heroik antara Raja Kertanegara (Singosari) dan menantunya Raja Raden Wijaya (Pendiri Kerajaan Majapahit). Show all posts

Sunday, 19 July 2020

Kisah Romantis, Tragis dan Heroik dibalik sejarah Kerajaan-kerajaan Hindu – Buddha di Indonesia (Sesion II)

1.    Sesion II, Pasukan Mongol yang Tak terkalahkan takluk di bumi Nusantara; Kisah Heroik antara Raja Kertanegara (Singosari) dan menantunya Raja Raden Wijaya (Pendiri Kerajaan Majapahit)


Kaisar Kubilai khan Penguasa Dinasti Mongol

Setiap derap langkah pasukan tentara Mongol niscaya membuat setiap raja dari berbagai belahan dunia menjadi gemetar ketakutan, saking terkenal kejam, ekspansif dan egresif Kaisar Kubilai Khan dari Dinasti Mongol memecahkan rekor sebagai penguasa dengan kekuasaan yang paling luas pada abad ke 13, melebihi kekhalifahan Islam dan Alexander the Great . hal ini dikarenakan kemampuan berperang para prajurit Mongol sangat tangguh mengingat mereka berasal dari bangsa pengembara padang rumput yang terkenal bebas dan liar. 1 hal yang unik dari para penakluk Mongol ini adalah bahwa ketika mereka berhasil menanklukan sebuah daerah maka mereka akan membumihanguskan daerah tersebut dan kemudian mereka bisa begitu saja pergi meninggalkan daerah yang berhasil ditaklukan tanpa kemudian mengambil alih kekuasaa, itulah mengapa mereka dikenal sebagai bangsa Penakluk.

Bisa dikatakan mungkin hanya raja Kertanegara dari Singosari satu satunya Raja di dunia yang berani menantang Kaisar Kubilai khan dari Mongol. Ini terjadi ketika utusan Mongol yang bernama Meng Ki datang menghadap Kertanegara dan menyerukan agar kerajaan Singosari tunduk dibawah kekuasaan Kaisar Kubalai Khan, namun Kertanegara menolak dan memotong telinga Meng Ki kemudian mengusirnya.

Mengetahui hal ini alangkah murkanya kaisar Mongol hingga ia bermaksud melakukan balas dendam dengan menyerang Singasari. Resiko besar dengan menantang Mongol sudah dipertimbangkan oleh Kertanegra makanya ia kemudian melakukan sebuah misi yang bernama Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275 dengan menaklukan Sriwijaya dan kerajaan Melayu juga menjalin hungungan baik dengan kerajaan Champa dengan menikahkan putrinya dengan Raja Champa dimaksudnkan agar menahan serangan serta pengaruh Mongol bila suatu saat mereka datang.

Namun takdir siapa yang tahu apa yang terjadi dimasa depan, ternyata Singasari runtuh dan Kertanegara tewas justru bukan karena serangan Mongol namun karena dibunuh  Jayakatwang (raja Kediri) hingga Jawakatwang mengambil alih pula wilayah Singasari. Mengetahui terbunuhnya Kertanegara oleh Jayakatwang, membuat menantu Kertanegara murka, yaitu Raden Wijaya.

Jayakatwang lupa bahwa selain mewarisi kekuasaan Kertanegara iapun mewarisi musuh-musuhnya, termasuk dendam Kaisar Mongol atas penghinaan yang dilakukan oleh Kertanegara kepada utusannya. Maka ketika Prajurit Mongol tiba di Jawa dan hendak menghancurkan Singasari, Raden Wijaya menjadikan ini sebagai senjata untuk menghancurkan Jayakatwang dan membalas dendam atas kematian ayah mertuanya. Raden Wijaya membantu pasukan Mongol hingga pasukan Mongol berhasil membunuh Jayakatwang, dan malam ketika keberhasilan penyerangan mereka, prajurit Mongol melakukan persta pora hingga mereka sangat mabuk karena minum-minum dan kesempatan ini digunakan Raden Wijaya untuk menyerang dan menghancurkan Prajurit Mongol dan mengusirnya dari tanah Jawa dan setelah itu Mongol tidak pernah kembali lagi menyerang Jawa.

Setelah berhasil mengelabui Jayakatwang dan mengusir prajurit Mongol dengan strategi cerdasnya maka Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit pada tahun 1293 dan menjadikan Majapahit sebagai Kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia bahkan Asia Tenggara.


Berakhirnya masa Pemerintahan Orde Baru

Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998 Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto#/media/Berkas:Jenderal_TNI_Soeharto.png ...