1.
Sesion II,
Pasukan Mongol yang Tak terkalahkan takluk di bumi Nusantara; Kisah Heroik antara Raja Kertanegara (Singosari) dan menantunya Raja Raden
Wijaya (Pendiri Kerajaan Majapahit)
Setiap
derap langkah pasukan tentara Mongol niscaya membuat setiap raja dari berbagai belahan
dunia menjadi gemetar ketakutan, saking terkenal kejam, ekspansif dan egresif
Kaisar Kubilai Khan dari Dinasti Mongol memecahkan rekor sebagai penguasa
dengan kekuasaan yang paling luas pada abad ke 13, melebihi kekhalifahan Islam
dan Alexander the Great . hal ini dikarenakan kemampuan berperang para prajurit
Mongol sangat tangguh mengingat mereka berasal dari bangsa pengembara padang
rumput yang terkenal bebas dan liar. 1 hal yang unik dari para penakluk Mongol
ini adalah bahwa ketika mereka berhasil menanklukan sebuah daerah maka mereka
akan membumihanguskan daerah tersebut dan kemudian mereka bisa begitu saja
pergi meninggalkan daerah yang berhasil ditaklukan tanpa kemudian mengambil
alih kekuasaa, itulah mengapa mereka dikenal sebagai bangsa Penakluk.
Bisa
dikatakan mungkin hanya raja Kertanegara dari Singosari satu satunya Raja di
dunia yang berani menantang Kaisar Kubilai khan dari Mongol. Ini terjadi ketika
utusan Mongol yang bernama Meng Ki datang menghadap Kertanegara dan menyerukan
agar kerajaan Singosari tunduk dibawah kekuasaan Kaisar Kubalai Khan, namun Kertanegara
menolak dan memotong telinga Meng Ki kemudian mengusirnya.
Mengetahui
hal ini alangkah murkanya kaisar Mongol hingga ia bermaksud melakukan balas
dendam dengan menyerang Singasari. Resiko besar dengan menantang Mongol sudah
dipertimbangkan oleh Kertanegra makanya ia kemudian melakukan sebuah misi yang
bernama Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275 dengan menaklukan Sriwijaya dan
kerajaan Melayu juga menjalin hungungan baik dengan kerajaan Champa dengan
menikahkan putrinya dengan Raja Champa dimaksudnkan agar menahan serangan serta
pengaruh Mongol bila suatu saat mereka datang.
Namun
takdir siapa yang tahu apa yang terjadi dimasa depan, ternyata Singasari runtuh
dan Kertanegara tewas justru bukan karena serangan Mongol namun karena dibunuh Jayakatwang (raja Kediri) hingga Jawakatwang
mengambil alih pula wilayah Singasari. Mengetahui terbunuhnya Kertanegara oleh
Jayakatwang, membuat menantu Kertanegara murka, yaitu Raden Wijaya.
Jayakatwang
lupa bahwa selain mewarisi kekuasaan Kertanegara iapun mewarisi musuh-musuhnya,
termasuk dendam Kaisar Mongol atas penghinaan yang dilakukan oleh Kertanegara
kepada utusannya. Maka ketika Prajurit Mongol tiba di Jawa dan hendak menghancurkan
Singasari, Raden Wijaya menjadikan ini sebagai senjata untuk menghancurkan Jayakatwang
dan membalas dendam atas kematian ayah mertuanya. Raden Wijaya membantu pasukan
Mongol hingga pasukan Mongol berhasil membunuh Jayakatwang, dan malam ketika
keberhasilan penyerangan mereka, prajurit Mongol melakukan persta pora hingga
mereka sangat mabuk karena minum-minum dan kesempatan ini digunakan Raden
Wijaya untuk menyerang dan menghancurkan Prajurit Mongol dan mengusirnya dari
tanah Jawa dan setelah itu Mongol tidak pernah kembali lagi menyerang Jawa.
Setelah
berhasil mengelabui Jayakatwang dan mengusir prajurit Mongol dengan strategi
cerdasnya maka Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit pada tahun 1293 dan
menjadikan Majapahit sebagai Kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia
bahkan Asia Tenggara.
