Sosok sosok tangguh nan teduh senantiasa menjadi
inspirasi sepanjang masa, nama-nama mereka tertulis indah dengan tinta emas
sejarah, terpahat membekas dalam kalbu bagi mereka yang mengenalnya, kisah
hidup nan kepahlawanan dan suri tauladan menjadi legenda tak termakan zaman,
dan merekalah para arsitek yang tak sekedar melahirkan ide brilliant
namun pula karya terpajang nyata dalam etalase peradaban dunia, kekayarayaan
kesempatan dan harta menjadikan mereka justru semakin sederhana dan bersahaja,
sosok pemimpin yang dirindukan sepanjang masa...
Rasulullah...sang penguasa peradaban islam pemilik hampir seluruh jazirah arab,
tempat berbagai kafilah kaya raya bernaung dibawah perlindungannya, sang
pembawa risalah pemersatu seluruh suku dan kekuatan militansi militer hingga
tertaklukkannya Byzantium, Persia dan Konstantinopel berawal karena satu sosok
ini..., namun tak ditemukan adanya istana mewah nan megah, tak tersaji makanan nikmat
menumpuk mubadzir dihadapan tempatnya makan, tak ada ranjang dan kasur nan
empuk ditempat peristirahatannya, ataupun baju-gaun-perhiasan mewah yang
dikenakan baik olehnya sendiri ataupun isteri-isterinya...penguasa bangsa yang berjuta ton barel Emas Hitamnya (read: Minyak bumi) melimpah ruah yang kini
menjadi rebutan negara-negara adikuasa, ternyata wafat hanya meninggalkan sebuah
periuk.
Ada amanah tak terucap, bahwa Sederhana itu tanda sebuah kesempurnaan...
Umar Ibn Khattab, Amirul mu'minin yang termahsyur karena telah memanjiri bumi ini
dengan Keadilan dan Kesejahteraan, ternyata berhasil mengecoh masyarakat Palestina
terutama para pendeta Yarusalem ternganga heran dan berdecak kagum, karena ia
datang memasuki daerah yang berhasil dibebaskan kaum Muslimin itu hanya dengan berjalan
kaki sembari menenteng unta yang justru dinaiki si pelayan, hingga yang mereka
sambut bukanlah Umar sang Khilafah/AMirul Mu'minin namun si pelayan, karena mereka menyangka si pelayan
adalah Umar, dapat dibayangkan berarti disini tak ada perbedaan yang mencolok
antara Amirul mu'minin dan si pelayan terutama dari segi penampilan. kisah lain tentang Umar, ketika Hurmuzan seorang Panglima besar dari Persia (Wilayah
yang baru saja ditaklukkan kaum Muslimin) datang ke Madinah mencari Umar Bin Khattab lengkap dengan Pengawalan super ketat selevel Pajabat tinggi sebuah
Imperium besar kala itu, ternyata menemukan Umar tengah tidur dilantai sebuah
mesjid tanpa ada pengawal yang menjaganya satu pun, Bayangkan pada saat itu
Umar yang telah menjadi penguasa seluruh Jazirah arab sekaligus "Kaisar" Imperium Persia namun Umar pun mencontohkan tanpa perlu
berkata bahwa Sederhana itu lebih indah...
Itu adalah kisah-kisah legendaris dari para kekasih Allah, Jauh terlampau
Ribuan tahun jaraknya dari masa ini, namun setiap zaman tak lupa senantiasa
melahirkan tokoh-tokoh mengagumkan namun dicintai karena keteladanan, bukan
mimpi atau kisah dalam dongeng sebelum anak-anak tidur. Hingga kini dari milliaran jumlah
umat manusia dibumi, zaman tetap tak lupa melahirkan tokoh-tokoh cemerlang dari rahim
peradaban, kejayaan dan kehancuran perputar-bergilir memberikan tongkat estafet
kepahlawanan pada seluruh bangsa di dunia, tak perlu jauh terpaut waktu dan
jarak, Bumi Pertiwi ini pernah melahirkan sosok-sosok fenomenal itu, meski
mungkin tak sefamiliar legenda-legenda pahlawan yang lainnya...
KH. Agus Salim, Salah Seorang Founding Father bangsa Indonesia lahir seakan
ditakdirkan menjadi seorang diplomat Ulung di meja-meja Perundingan dalam
rangka merebut dan mempertahankan Republik Indonesia, ternyata tak ada hasrat
mengeruk keuntungan demi Kekayaan dan Kenyamanan hidup dari bangsa yang baru
saja terlahir ini, karena ternyata beliau seumur hidupnya hanya mampu mengontak
rumah kecil dalam sebuah gang sempit dan tak mewah,
atau kisah tentang Founding Father yang lainnya, Mohammad Hatta yang juga
Seorang Ekonom cerdas yang berhasil melahirkan Teori Ekonomi Kerakyatan (hingga
diberi gelar Bapak Koperasi Indonesia), seorang filsuf dan Bapak Wakil Presiden
Pertama Indonesia, seumur hidupnya hanya mampu bermimpi untuk memiliki sepasang
sepatu idaman merk BALLY, dan ketika masa pensiunnya beliau pernah tak mampu
membayar tagihan listrik
Itu adalah kisah-kisah fenomenal dari para Founding Father, yang telah mampu
membuktikan bahwa demi bangsa ini pengorbanan harta bahkan nyawa tak jadi
alasan untuk menyurutkan keberanian dan menjadi seorang pengecut yang hanya mampu
menonton dan berdiam diri, tak pula menjadi serakah dan tamak meski kesempatan
itu seluas-luasnya mereka miliki. Mereka telah memilih jalan Kepahlawan hingga
mereka layak menjadi diantara orang-orang yang namanya tertulis indah
dalam tinta sejarah namun adakah orang-orang saat ini yang pantas
disandingkan dengan mereka?...
Kelakar Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) mengenai "hanya ada 2 Polisi Jujur dan anti suap di negeri ini,
yaitu Polisi Tidur dan Polisi Hoegeng...". Hoegeng Iman Santoso (Alm)
seorang perwira Polisi yang juga memilih jalan indah namun tak mudah, sebagai
penegak keadilan ia seakan menggugat dengan kesederhanaan, Jabatan sebagai
perwira tinggi justru membuatnya menolak fasilitas-fasilitas yang dianggapnya
berlebihan, hingga tak jarang ia tak memiliki beras atau sekedar ongkos untuk
menaiki bajaj. bahkan hingga jabatannya sebagai Dirjen Imigrasi malah
membuatnya meminta sang isteri untuk menutup toko bunga yang telah menjadi
sumber penghidupannya yang lain, "khawatir nanti semua orang yang
berhubungan dengan imigrasi akan membeli bunga ditokonya, tak adil untuk
pedagang-pedagang bunga yang lainnya, khawatir gulung tikar..." alasan
yang sederhana namun cukup membuatnya pantas disejajarkan dengan para pencari
syurga yang dirindukan....
Ada Pula kisah Inspiratif tentang kebersahajaan dari sosok DR. Uka
Tjandrasamita, Mantan Tentara Pelajar dan Pelopor Arkeolog Islam Indonesia yang
berhasil "menghidupkan" kembali Kerajaan Islam Banten yang pernah
menjadi Kota Muslim Metropolitan saat itu. berhasil melahirkan ribuan karya
Arkeologi Islam dan menjadi "suhu" bagi para peneliti (baik dalam
maupun luar negeri) yang haus ilmu tak membuatnya hidup serba mewah,
meski kariernya pernah ditapaki hingga Kepala Direktorat Sejarah dan Pubakala
tetap lebih senang naik angkot atau Bis umum ke Jakarta bahkan berjalan
kakipun pernah dilakoni meski rumahnya berada di dasa Cemplang-Bogor.
Sosok Hidayat Nurwahid pun kesohor
karena kesederhanaan dan kesahajaannya, tetap betah dengan rumah yang sangat
sederhana dan tetap merasa nyaman dan aman meski tanpa pengawal pribadi
layaknya pejabat tinggi lainnya. Sosok sang isteri Kastian Indriawati (alm)
yang tak terlihat seperti isteri-isteri pejabat lainnya, tanpa pakainan mewah,
tak ada perhiasan berlebihan bahkan tanpa Make Up atau sekedar Lipstick, bahkan
dalam acara-acara kenegaran beliau merasa lebih nyaman apabila duduk berbaur
dengan peserta lainnya dan banyak yang tak pernah menyangka jika beliau adalah
isteri Ketua MPR-RI.
Adapun contoh lainnya yaitu Pak Mashadi. mantan anggota DPR-RI pernah menjadi
sorotan publik dan media, meski namanya tetap tidak terllau familiar, namun
bagi yang mengetahuinya ia terlihat sangat berbeda dengan anggota-anggota DPR
yang kebanyakan datang dengan kostum mahal dan mobil mewah ala kaum jetset,
namun beliau datang dengan menggunakan sendal jepit, baju seadanya namun tetap
bersih dan rapi juga masih sangat senang menggunakan kareta menuju gedung
parlemen, sikapnya ini pernah membuatnya seakan dikucilkan dan dipandang aneh,
namun diam diam dikagumi.
Masih banyak sejarah dan kisah Inspiratif tentang kesedehanaan dan kesahajaan,
namun tentunya tak cukup jika hanya sekedar ditulis dan dibaca begitu
saja, mungkin kita belum sampai pada tahap atau level para tokoh ini, hingga
terlintas pada pikiran kita bagaimana mereka (tokoh) ini bisa hidup dengan
cara seperti itu, tapi itulah Kuncinya, mereka sudah memilih pencarian diri
hingga bukan sekedar sebagai ulama dunia, namun juga ulama akhirat. Yah itulah
mungkin bedanya saya dan mereka, kita dan mereka. Saya tetap kadang masih
merasa kurang meski telah merasa kenyang dan memiliki tempat bernaung yang layak,
tetap ada godaan-godaan duniawi lainnya yang ingin dimiliki, namun tokoh-tokoh itu justru sebaliknya, Mereka berhasil memiliki dunia dalam genggaman tangannya tapi tidak
dihatinya.
Memang tak ada yang salah ketika kita mampu hidup "berlebih", namun
tidak ada salahnya juga untuk tetap hidup sederhana...Sederhana itu
indah...Sederhana itu nikmat...
"Bukan Kefakiran yang membuat aku khawatir akan keadaan umat ini, akan
tetapi hidup penuh kemewahan yang justru akan membuat umat ini lalai " (Umar
Ibn Khattab)
"Setiap Pembaharu dimanapun dimuka Bumi ini, hampir pasti dicaci dan
dimaki, bahkan dimusuhi akan tetapi ajaibnya diam-diam diikuti"
(Syafi'i Ma'arif)
"Hampir tiba masa di mana kalian diperebutkan sebagaimana sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya. Seorang sahabat bertanya: Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulallah? Rasulullah bersabda: Tidak. Bahkan saat itu jumlah kalian sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kalian tertimpa penyakit wahn. Sahabat bertanya: Apakah penyakit wahnitu, ya Rasulallah? Beliau menjawab: Penyakit wahnitu adalah cinta dunia dan takut mati. (HR Abu Daud).
Semoga Allah berkenan menganugrahkan Indonesia Pemimpin yang senatiasa
mencintai rakyatnya dan memberikan suri tauladan hingga kamipun
mencintainya...aamiin..
Link Pengumpulan Tugas :
SMA Cheko : https://forms.gle/Z5LjxQMQj4GmsL4C8
